Dibicarakan perjuangan masyarakat Yogyakarta sebagai masyarakat yang multikultural untuk mewujudkan pandangan "kesetaraan dalam perbedaan" dalam kehidupannya dari perspektif bahasa. Bahasa berperanuntuk mengaransemen hubungan baik antaranggota masyarakat dalam satu suku maupun antaranggota masyarakat yang berbeda suku.
Makalah ini menyoroti aspek multikulturalisme yang ditampilkan Sutiasumarga dalam novel Mata-mata Kucing: Sebuah Fabel Multikultural, termasuk persoalan apa yang terjadi dengan identitas multikultur dalam novel itu dan bagaimana sikap Sutiasumarga sebagai penulis terhadap multikulturalisme itu sendiri.
Makalah ini membahas masalah pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia yang dikaitkan dengan sarana pemersatu untuk mengukuhkan pertahanan bangsa.rnrn
Makalah ini membahas upaya mengoptimalkan pembelajaran bahasa Indonesia untuk penutur asing dengan memanfaatkan unsur sosial dan budaya Indonesia yang adiluhung.
Dalam makalah ini dijelaskan bahwa salah satu alternatif sebagai penangkal budaya global adalah mengapresiasi sastra Indonesia modern. Sastra Indonesia modern menampakkan adanya multikulturalisme, tapi tetap dipersatukan dengan laras bahasa Indonesia.