Novel ini pernah dimuat sebagai cerita bersambung di Harian Suara Pembaruan dengan judul 'Perempuan-Perempuan'.
Novel ini mengisahkan sepasang manusia yang berjuang untuk meraih cinta sejatinya.
Novel ini mengisahkan sepasang manusia yang berjuang untuk meraih cinta sejatinya.
Novel itu menceritakan seorang perempuan yang tetap tegar walau si suami tidak setia. Perempuan tersebut tetap menjaga martabatnya sebagai istri meskipun sang suami lupa diri. Dialah perempuan yang memahami haknya, perkasa, dan tidak cengeng. Dia perempuan yang memiliki definisi tersendiri mengenai gender dan feminisme.
Novel ini pernah dimuat sebagai cerita bersambung di Harian Suara Pembaruan dengan judul 'Perempuan-Perempuan'.
Novel ini mengisahkan sepasang manusia yang berjuang untuk meraih cinta sejatinya.
Novel ini mengisahkan sepasang manusia yang berjuang untuk meraih cinta sejatinya.
Menceritakan perlawanan dan perkasaan tiga orang perempuan dengan latar belakang kehidupan yang berbeda untuk melepaskan diri dari belenggu keluarga dan lingkungan.