Cerita dalm buku ini merupakan cerita berbingkai, mengisahkan pertemuan Raja dan hantu. Judul demi judul yang ada merupakan teka-teki dari hantu untuk sang Raja.
Dalam penelitian itu diungkapkan makna aspektualitas dalam bahasa Muna pada tataran morfologi dan tatran sintaksis.
Novel itu merupakan novel spiritual yang penuh tenaga, getaran, dan sekaligus gugatan ceritanya menghamparkan pengembaraan spiritual demi pematangan keteguhan iman hakiki.
Novel spiritual ini menceritakan pengembaraan religius seorang anak metro dalam tempias wajah Ilahiyah yang sarat gesekan paham spiritual dan pertarungan ragam tradisi.
Para pemikir dan pemuka gerakan Islam membagi kerja penumbuhan moralitas dan pemehaman keimanan yang benar ke dalam dua wilayah, yaitu wilayah konsepsional dan wilayah penerapan konsepsi. Keduanya saling melengkapi satu sama lain.
Novel ini merupakan novel cinta sekaligus novel dakwah yang mencerdaskan dan sarat hikmah.
Novel ini merupakan novel cinta sekaligus novel dakwah yang mencerdaskan dan sarat hikmah, lanjutan dari 'Ketika Cinta Bertasbih 1'.
Berisi uraian drama Tuah-Jebat yang bersumberkan dari teks Hikayat Hang Tuah dengan kajian intertekstualiti. Kajian tersebut sekitar mengenai masalah Hikayat Hang Tuah sebagai sumber drama, memperteguh legenda, penentangan terhadap legenda dan Tuah-Jebat dalam dunia intelektual.
Novel yang mengisahkan perjuangan ayah menyibak rahasia di balik kematian anak perempuannya.