Buku ini berisi lima judul cerita, yaitu Uwi Maratuwa, Mbah Tambiya Juragan Kampil, Begal Watu, Pak Tani lan Maling Kuldi, dan Pak Macan Lara Untu.
Menceritakan percakapan burung Perkutut kepada burung Tekukur. Dalam cerita itu burung dapat sebagai lambang atau peribahasa bagi kehidupan manusia.
Buku itu menceritakan mengenai Roman Tionghoa
Buku itu menceritakan tentang roman Tionghoa.
Dalam jilid delapan ini diceritakan tentang Kresna Kembang dan Mbangun Taman Maerakaca.
Dalam jilid 7 diceritakan tentang Bumbajana (tundung), Gandamana Gugur, dan Kresna Pujangga.
Dalam jilid 6 diceritakan tentang alap-alap Banowati, Alap-alap Drusilawati, dn Pandana Dulit.
Dalam jilid 5 diceritakan tentang Semar Mbarang Jantur, Jaladara Kawin, dan Alap-alapan Surtikanti.
Dalam jilid empat diceritakan tentang Obong-obongan Bale Sigala-gala, Djagal-Abilawa, dan Kangsa Adoe-adoe.
Dalam jilid dua diceritakan tentang Narasoma, Bima Boengkoes, dan Pandoepapa.