Diceritakan mulai dari Nabi Adam dan diakhiri sampai dengan cerita Dipati Demak tertangkap dan dihadapkan kepada Panembahan Senapati Mataram
Buku itu berisi kumpulan 16 makalah karya para pakar bahasa yang dihimpun dalam kegiatan pertemuan ilmu bahasa dan sastra Indonesia di Purworejo.
Dalam Serat Baron Sekeber diceritakan mulai dari puji-pujian kepada Tuhan dan para Nabi dan diakhiri sampai dengan cerita Pangeran Jakarta (Pangeran Purbayuda berada di Gunung Jatiwirya)
Dalam Serat Babad Nitik diceritakan mulai dari Abdi Sultan Agung yang berubah menjadi makhluk halus (Jin), dan diberi nama Juru Taman dan diakhiri sampai dengan cerita Sultan Agung memboyong kembali R. Ay. Adipati Jakarta dengan putranya yang bernama R.M. Riya ke Mataram.
Dalam Babad Nitik diceritakan mulai dari Sultan Agung memberi wejangan kepada Pangeran Adipati Anom Mataram tentang ketatanegaraan dan diakhiri sampai dengan cerita kemakmuran Mataram dibawah pimpinan Kangjeng Sultan Agung
Dalam serat itu diceritakan mulai dari Prabu Jayabaya memerintahkan Empu Sedhah membuat surat Baratayuda dan diakhiri sampai dengan cerita Bathara Narada memberi tahu Arjuna, bahwa Aswatama akan mati di tangan bayi, anak Arjuna yang bernama Parikesit.
a. Dalam buku Gatholoco diceritakan pengembarakan Raden Gatholoco, sampai dia menebak teka teki Dewi Perjiwati, b. Dalam Dewaruci diceritakan Bima akan berangkat mencari air suci Perwitasari atas perintah Begawan Durna sampai Bima kembali ke Amarta setelah berhasil mendapatkan air Perwitasari
Dalam buku itu diceritakan tentang Karma
Buku ini berisi tentang transkripsi syair dari sebuah mikrofilm milik lembaga bahasa dan kesusastraan yang diambil dari salah satu naskah yang tersimpan di Museum Jakarta. naskah itu bernomor 21 Ml.
Buku ii berisi 1551 buah pantun, ada pantun anak-anak. pantun anak muda, dan pantun orang tua.