Cinta Suwondo ditolak oleh Sri Martini. Suwondo dendam dan melampiaskannya dengan mencuri dan berencana membunuh Sri Martini dan keluarganya. Hal tersebut dapat diketahui oleh Inspektur Polisi Suryakatya, akhirnya Suwondo dipenjara kemudian Sri MArtini bertunangan dengan Sryakatya.
Pasangan detektif (Gagak Rimang) sekaligus juga suami isteri (R. Broto dan Any Suryanti) berhasil menumpas kejahatan di Semarang yang dilakukan R. Gunadi karena dendam kepada Nety yang telah menolak cintanya.
Inspektur polisi R.M. Suseno Adikusumo menyamar sebagai tukang kebun di rumah R.A. Sri Kumasari untuk menangkap gerombolan Gagak Mataram. Setelah berhasil, R.M. Suseno menikah dengan R.A. Sri Kumasari.
I Asmara Dewa seorang seniman (anak angkat Bambang Susilo) jatuh cinta dengan Puspita Sari, tetapi dia urung menikah karena ternyata mereka masih saudara.
Mengisahkan pertempuran prajurit Diponegoro melawan pasukan Belanda.
Menceritakan tentang perjalanan kakak-beradik yang bermuara hingga Parangtritis.
R. KArtareja bermaksud menjodohkan Titin (anaknya) dengan Omon, tetapi Titin tidak mau, karena dia mencintai Kurnaedi. Dalam suatu pertempuran Omon terbunuh. Titin kemudian menikah dengan Kurnaedi. Akhirnya Kurnaedi pun gugur dalam medan pertempuran di Irian.
R. Bei Surya dan isterinya menemukan bayi, ketika sedang berjalan-jalan. Bayi tersebut dirawat dan diberi nama Sri Endang Rejeki. Setelah dewasa dia berkenalan dengan Hartanto, kemudian mereka sepakat akan menikah. Pernikahan tersebut akhirnya batal karena ternyata mereka masih saudara.