Makalah ini mendeskripsikan relasi semantik antonimi berdasarkan tipe-tipenya dalam Bahasa Banjar.
membahas tentang peran bahasa ibu dalam pengembangan budaya
berisi tentang nilai-nilai budaya yang terdapat dalam cerita rakyat daerah Bengkulu.
Makalah ini membahas folklor yang bentuknya murni lisan dari Banyumas. Folklor lisan yang diuraikan dalam makalah ini meliputi dialek ngapak, ungkapan tradisional, dan cerita prosa rakyat yang juga merupakan bagian kebudayaan Banyumas yang berkearifan lokal.
Makalah ini membahas wujud tutur implikatur pengguna jasa taksi masyarakat Banjar dan implikasi pragmatis wujud tuturan bentuk implikatur pengguna jasa taksi masyarakat Banjar.
Meskipun tokoh Kicaka dilukiskan sebagai seorang yang sangat kuat di negeri Wirata, tetapi ia begitu lemah dihadapan istrinya sehingga begitu mudah ditipu. Ia mati karena ulah istrinya. Kematiannya menyebabkan raja-raja negeri lain mengadakan penyerbuan karena sudah tidak ada lagi tokoh andalan negeri Wirata.
Cerita Si Kabayan ini merupakan sastra lisan Sunda, bersumber pada terbitan Tarate, di Bandung tahun 1980 dengan judul Si Kabayan karya M.O. Kusman, yang ditulis dalam bahasa Sunda. Buku ini terdiri dari 5 judul yaitu : Si Kabayan Mencari Keong Sawah, Si Kabayan Cari perhatian, Si Kabayan Menyembunyikan Ikan, Si Kabayan Jadi Embah, Si Kabayan Berburu Kijang.
Kerinduan, kematian, harapan, cinta dan kesedihan, itulah antara lain yang menjadi tema sajak-sajak Ulfatin dalam kumpulan puisi ini.