Buku ini berisi 5 buah cerpen berbahasa Bali hasil lomba penulisan cerpen berbahasa Bali oleh Balai Bahasa Denpasar, yaitu juara I, II, III, harapan I, dan harapan II.
Buku ini berisi 5 buah cerpen berbahasa Bali hasil lomba penulisan cerpen berbahasa Bali oleh Balai Bahasa Denpasar, yaitu juara I, II, III, harapan I, dan harapan II.
Buku itu memuat kumpulan tulisan ilmiah kebahasaan dan kesastraan, khususnya tulisan yang telah dilakukan oleh tenaga teknis Balai Bahasa Semarang dan pengamat bahasa dan sastra dari luar Balai Bahasa Semarang. Dari 18 judul tulisan yang dimuat dalam buku ini, 5 di antaranya merupakan hasil tulisan para pemenang lomba penulisan esai se-Jawa Tengah.
Enam tulisan yang ditampilkan, tiga penelitian membahas masalah bahasa dan tiga tulisan mengetengahkan masalah sastra.
Enam tulisan yang ditampilkan, tiga penelitian membahas masalah bahasa dan tiga tulisan mengetengahkan masalah sastra.
Kesinoniman verba dalam bahasa Makassar memperlihatkan hubungan kesinoniman antara kata yang menjadi anggota pasangannya. Komponen-komponen makna dapat digunakan untuk memperjelas perbedaan kata-kata yang bersinonim. Perbedaan itu masih dapat diperjelas lagi dengan menambahkan keterangan tentang pemekaian kata-kata yang bersangkutan dalam konteks kalimat atau melalui contoh pemakaiannya dalam …
Hal terpenting dalam pembuatan berita atau gambar karikatur adalah implikatur yang berunsur pragmatik. Pembuatan berita (karikatur) harus sesuai dengan kode etik pers, bersifat aktual, dan ada bukti-buktinya. Teknik pembuatan karikatur yang menarik adalah pembuatan persamaan wujud tokoh utama berita aktual, membuat tutur wacana yang baik yang berupa dialog, menggambarkan hal-hal yang spesifik,…
Tulisan ini lebih bersifat teoritis yang memberikan gambaran kepada leksikograf atau pakamus tentang hal-hal yang berkaitan dengan pelabelan.
Ada dua macam teknik penokohan dalam roman Nemu Karma karya I Wayan Gobiah, yaitu teknik uraian dan teknik ragaan. Teknik ragaan kurang berhasil dimunculkan secara bervariasi, dan teknik ragaan yang tampak boleh dikatakan secara monoton hanya dimunculkan melalui teknik ragaan yang bersifat cakapan.
Puisi Upacara menggambarkan ketabahan seseorang dalam menghadapi kematian. Kematian yang sebelumnya diiringi oleh tangis kesedihan, mungkin sekarang tidak perlu lagi. Kematian adalah suatu keharusan yang akan dialami oleh setiap manusia.