Penelitian bertujuan untuk mengetahui secara mendalam unsur-unsur yang membangun struktur cerita geguritan japatuan, serta dominasi setiap unsur dalam fungsinya membentuk keseluruhan struktur geguritan japatuan. Di dalamnya dibahas : sinopsis, insiden, perwatakan, plot, teknik cerita, gayabahasa, dan komposisi.
Novel ini mengisahkan kehidupan tokoh utama, Kabul, yang berprofesi sebagai insinyur. Memahami proyek pembangunan jembatan di sebuah desa yang penuh permainan" bagi Kabul yang mantan aktivis kampus
Buku ini memaparkan mengenai penulisan kritik/apresiasi karya sastra/fiksi yang menjadi persoalan umum di masyarakat.
masalah yang diteliti ialah penghitungan leksikostatistik atau glotokronologi BPJ yang didasarkan pada variasi fonologi dan diferensiasinya dengan bahasa minangkabau yang dibatasi pada bahasa minangkabau dialek padang menyangkut perubahan, distribusi, dan korespondensi fonemis
awalan ma- mempunyai bermacam-macam identitas morfemis. dengan melihatnya dalam kata dan kalimat, identitas morfemisnya dapat mudah dikenali
Ada dua hal yang dianalisis dalam penelitian ini, yaitu perbedaan fonologi dan perbedaan leksikal. Analisis dan pemetaan leksikal dilakukan secara keseluruhan dan per medan makna. Analisis perbedaan fonologi dilakukan decara keseluruhan karena dapat mencakup dua glos atau lebih.rnrn
Cerita ini bersumber pada Geguritan Babad Pulasari yang dialiaksarakan dan diterjemahkan oleh Ida bagus Gde Budharta. Beberapa subjudul dimuat dalam cerita tersebut yaitu Sang Bradawada Berkisah, Raja Samprangan dan Raja Penarukan, Jasa Burung Puyuh dan Burung Perkutut, Dia yang Kembali, Hadiah dari Raja, dan Kembali ke Jakarta.
Cerita ini bersumber pada Serat Babad Pati yang berbahasa Jawa, yang memuat beberapa subjudul, yaitu Putri Nawangwulan, Retaknya Sebuah Persahabatan, Raden Kembangjaya, Urungnya Sebuah Perkawinan, Banjir Darah di Carangsoka, dan Mengencangkan Simpu-Simpul Kendor.