Serat Centhini Jilid 6 memuat 15 pupuh, mulai pupuh 357 sampai pupuh 372 menceritakan perjalanan kehidupan Seh Amongraga, yaitu mulai Seh Amongraga diambil sebagai menantu Ki Bayi Panurta sampai masalah perhitungan kurup dan wuku.
Serat Centhini Jilid 7 memuat 31 pupuh, mulai pupuh 373 sampai pupuh 403 menceritakan perhelatan perkawinan Pangeran Seh Amongraga dengan Niken Tambangraras. Dalam serat tersebut cerita diakhiri dengan Seh Amongraga mengembara sampai ke gunung dan goa.
Serat Centhini Jilid 8 memuat 103 pupuh, mulai pupuh 404 sampai pupuh 506 menceritakan Pangeran Seh Amongraga keluar dari hutan Wanamarta yang diikuti Jamal Jamil sampai wilayah gua Sra-boja kemudian diakhiri dengan cerita Jayengresmi sampai di desa Pulung menginap di rumah penghulu Jabalodin. Sedangkan Jayengraga dan Kulawirya menginap di rumah janda Sembada dan mereka berbuat maksiat.
Serat Centhini Jilid 10 memuat 38 pupuh, mulai pupuh 600 sampai pupuh 637 menceritakan mulai Kidang Wiracapa di Lembuasta menjamu tamu Jayengresmi, Jayengraga, dan Kulawirya sampai cerita Seh Amongraga berada di dusun Semanu Ardi Kidul, wilayah Mataram.
Serat Centhini Jilid 11 memuat 52 pupuh, mulai pupuh 638 sampai pupuh 690 menceritakan setelah suami Niken Tambangraras meninggal, banyak yang akan melamar untuk dijadikan istri, namun Niken menolak. Cerita dalam serat tersebut diakhiri dengan cerita Jayengresmi dan Jayengraga pulang ke Wanamarta.
Serat Centhini Jilid 31 memuat 52 pupuh, mulai pupuh 691 sampai pupuh 722 menceritakan Jayengresmi, Jayengraga dari Wanataka ke Wanamarta yang disambut oleh sanak keluarga. Cerita diakhiri dengan Seh Amongraga beserta istrinya, Ni Selabrangti mempunyai keinginan menjadi ratu.
Serat Centhini Latin jilid 1 memuat 87 pupuh, mulai pupuh pertama sampai pupuh 87 berisi pembukaan, babad giri,perjalanan kehidupan R. Jayengresmi, dan perjalanan kehidupan R. Jayengsari dengan Niken Rancangkapti.