Penelitian bertujuan mengangkat nilai-nilai budaya yang terdapat di dalam susastra daerah Sulawesi Selatan agar masyarakat umum dapat mengetahui nilai-nilai dalam susastra tersebut yang berguna bagi kehidupan berbanga dan bernegara.
Buku ini berisi hasi transliterasi dan terjemahan dari Boto-Botoang dan Pakkiok Bunting yang merupakan karya sastra lama Makassar berbentuk pantun teka-teki.""
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tema dan amanat, tokoh dan penokohan, latar, dan nilai budaya dalam hikayat Mesa Gimang
Cerita Mendulang Intan ini bersumber pada sebuah cerita rakyat dari Kalimantan Selatan yang berjudul "Mendulang Intan di Cempaka" yang digubah oleh Anggraini Antemas.""
Berisi kumpulan esai yang menggambarkan berapa besar ancaman kepunahan laut nusantara, baik terhadap ekosistem laut itu sendiri maupun terhadap budaya dan tradisi kebaharian Indonesia. Betapa gampangnya mereka yang selama ini secara turun-temurun mencari nafkah pada sang laut itu diperbodoh, diperalat, dan dieksploitasi demi keuntungan segelintir oknum yang tak peduli terhadap keselamatan waris…
Novel ini adalah sebuah novel sosial yang ceritanya sangat menarik, unik dan menyentuh hati, mengisahkan perjalanan hidup seorang ibu (Raminten) yang mempunyai 13 orang anak (12 anak diasuh orang lain dan 1 anak diasuh sendiri). Keduabelas anaknya menjadi orang sukses (dokter, pengusaha, dan lain-lain), hanya seorang saja yang menjadi penjahat (yang diasuh sendiri).
Berisi kumpulan esai
Pendidikan karakter pada buku ini lebih menekankan pada kebiasaan anak untuk melakukan hal-hal yang mengarah positif.
Dalam penelitian itu jenis-jenis mantra Banjar dikelompokkan dalam 4 macam mantra, yaitu pitua, pirunduk, tatamba, dan tutulak. Keempat kelompok mantra tersebut dalam tata cara penganalisisannya diberi kilasan paparan agar dapat memberi pemahaman yang lebih dari sekedar membaca contoh mantra saja.