Karya sastra Jawa pada akhir abad XIX--tahun 1920 ceritanya banyak didominasi masalah percintaan, moral, pendidikan, dan sosial. Sebagian besar karya sastra Jawa menampilkan tokoh fiktif atau nonhistoris dan ini hanya terdapat pada karya-karya roman sejarah dan sastra babad.
Buku tersebut membahas nilai-nilai budaya yang terkandung dalam cerita anak-anak awal abd ke-20.
Buku Alih Wahana ini merupakan esai yang panjang, membicarakan perubahan dari satu jenis kesenian ke jenis kesenian lain, menyangkut sastra, film, drama, macapat, teater, komik, musik, dan lain sebagainya-terutama dalam kaitannya dengan perkembangan teknologi, komersialisasi, dan upaya penyebarluasan ideologi.
Dalam buku itu ditelaah novel Jawa tahun 1950-an. Dalam novel-novel Jawa jelas digambarkan bahwa wayang merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan para priyayi.Dalam novel Any Asmara kita mendapat kesan bahwa santri yang wajar itu tidak suka wayang, atau wayang bukan bagian kehidupan santri.
Buku ini berisi kumpulan sajak-sajak tahun 1967-1968 yang ditulis oleh Sapardi Djoko Damono.
Buku ini berisi kumpulan puisi sebanyak 96 buah karya Sapardi Djoko Damono.
Isi buku mencakup perihal kritik sastra, puisi Indonesia mutakhir, sayembara dan penerbitan, hadiah sastra, bahasa-bahasa Indonesia, sastra yang dibakukan, catatan tentang hasil sayembara Penulisan Lakon DKJ 1975 dan juga biografi singkat penulis.
Buku ini merupakan disertasi Supardi Djoko Damono. Disertasinya berisi mengenai latar belakang penelitian, perkembangan dri sastra populer di Indonesia, kritik sastra, novel Jawa tahun 1950-an, pewayangan, dan orientasi sastra.
Dalam buku itu dibahas bagaimana suatu penelitian linguistik sastra bandingan dilaksanakan, misalnya saja membanding-bandingkan karya sastra dengan sastra, dan bentuk kesenian dan disiplin ilmu lain merupakan kegiatan yang sah dalam pendekatan sastra bandingan. Dengan membanding-bandingkan suatu ilmu, maka kita akan sampai pada pemahaman yang mendalam mengenai cara-cara yang tersurat dalam ilmu…
Buku itu berisi kumpuylan puisi karya para tokoh yang berkecimpung dalam dunia sastra. Puisi-puisi itu pernah diterbitkan dalam beberapa majalah yang terbit sekitar seratus tahunan yang lalu. Puisi-puisi yang ditulis pada masa itu banyak yang bercorak keagamaan dan tema sosial.