Buku ini menampilkan kembali esai-esai karya Iwan Simatupang yang terbagi dalam tiga periode perjalanan hidupnya, yaitu periode penulis artikel majalah kebudayaan dan guru bahasa di SMU (1950 - 1955), periode penulis drama dan mahasiswa humaniora di kampus universitas negara - negara barat (1955-1959), dan periode penulis novel, surat politik dan reporter media massa (1960 - 1970).
Novel ini bertema tentang masalah kaum gelandangan di kota metropolitan dengan segala tingkah polahnya. Tokoh yang menonjol ada empat yaitu : Tokoh Kita, Maria, Fifi, dan Centeng.
Cerita rakyat adalah cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang dalam masyarakat.
unsur susupan ternyata lebih banyak terjadi pada situasi di luar inti saat anggota SM omong-omong. dalam situasi yang wajib, amat jarang terjadi susupan, lebih-lebih pada konteks formal. unsur susupan lebih banyak bersifat ke dalam artinya dari bahasa yang sekerabat yaitu berupa casmpur kode ke dalam.
Bahasa Indonesia talah yerbukti mampu menyatukan bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai etnis dan suku, sehingga bahasa Indonesia mampu menjadi identitas negara Indonesia. Akan tetapi kini banayak kata-kata serapan dari bahasa asing yang terdapat dalam bahasa Indonesia. Sebenarnya hal ini tidak dibutuhkan karena sama halnya itu menzalimi bahasa Indonesia."