Berisi penelitian tentang tingkat keterbacaan wacana buku pelajaran bahasa Jawa kelas 1, 2, 3, SMP terbitan Intan Pariwara dan peringkat keterbacaan.
Buku ini mengupas berbagai sisi yang berbeda dari sosok Sunaryo. Terbagi atas enam bagian esai, pokok-pokok pikiran dalam buku ini tidak hanya menjelaskan tabiat artistik Sunaryo dan karya-karyanya dalam perspektif yang makro, tapi juga cerita-cerita kecil seputar kehidupan sosialnya.
Buku ini berisi cerita dari Jawa Tengah tentang Misteri Bunga Wijaya Kesuma yang dikaitkan dengan kehidupan Kasuhunan Surakarta.
Buku ini merupakan rangkuman dari buku-buku tata bahasa dan disusun untuk memudahkan belajar tata bahasa Indonesia.
Program televisi memunculkan rubrikasi yang tidak lepas dari akar kebudayaan Jawa dari segi bahasa/sastra, peninggalan, adat istiadat dan lain-lain.
Kebudayaan Jawa dalam konteks antar-kebudayaan di Australia sebagai sumber dari inspirasi sangat menggembirakan. Akan tetapi, untuk sekarang ini situasi arus pengembangan kebudayaan Jawa/Indonesia untuk sementara hanya sebatas pengetahuan dan pengalaman saja.
Buku ini berisi kumpulan tulisan penulis Keluarga Penulis Semarang yang membahas tentang teori kepenulisan untuk memudahkan dalam membuat sebuah tulisan
buku ini membahas tentang kata penghubung sedangkan, tetapi, namun, meskipun, padahal, justru, ternyata, malahan, toh.
Kata deiksis dipakai untuk menggambarkan fungsi kata ganti persona, kata ganti demonstratif, fungsi waktu dan bermacam-macam ciri gramatikal dan leksikal lainnya yang menghubungkan ujaran dengan jalinan ruang dan waktu dalam tindak ujaran.
Buku ini berisi tentang pengertian pragmatik, pragmatik sebagai bahan pengajaran, pragmatik sebagai pendekatan pengajaran bahasa, mengajar bahasa, belajar bahasa, pengajaran bahasa Inggris di sekolah menengah, dan pengajaran bahasa Indonesia di sekolah menengah.