Dalam buku itu dikaji dari dua sisi. Dari segi semantik dikatakan arti bahasa yang bersifat bebas konteks atau tidak terikat konteks, sedangkan dari segi pragmatik bahwa arti/tuturan yang terikat konteks.
berisi istilah-istilah dalam bahasa jawa, wayang-wayang, peribasa, dll
menguraikan masalah bentuk ulang dalam bahasa jawa ditinjau dari perspektif, derivasi, dan inflasi
menjelaskan teori derivasional dan infleksional
•Secara sinkronis di dalam BJB masih ditentukan adanya sisa-sisa pembentukan kata dari BJK dalam kaitannya dengan V kategori m-D/-um-D. Dalam BJB dari sebuah D yang sama ditemukan dua bentuk berdamping yaitu m-D dan –um-D serta –um-D dan –em-D. Berkaitan dengan gejala itu dapat dinyatakan bahwa bentuk –um-D merupakan sisa pembentukan dari BJK dan di dalam BJB terdapat terutama dalam …