Buku ini merupakan 2 seri terakhir program penulisan tentang 'Masa Lalu untuk Indonesia Masa Kini', berisi 6 buah tulisan, antara lain berjudul: Wa(k)siat Kakek, (Sem)bunyi di Balik Bayang-Bayang Penjara Hidup, Pembungkaman Birokrat (Dinasti Desa) Jawa Blora 1950 - 1965-an, dll.
Menyoroti isi ungkapan-ungkapan verbal yang disampaikan oleh masing-masing capres dan cawapres untuk dinilai kemampuan berkomunikasi mereka dalam menyampaikan ide dan aspirasinya sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.rnrn
Masalah yang dirumuskan dalam tulisan ini adalah bagaimana pemikiran penulis peranakan Tionghoa terhadap masyarakat pribumi periode c. 1900-1945. Selain itu, juga membawa implikasi seperti faktor-faktor yang menyebabkan munculnya pemikiran tersebut dan posisi penulis dalam menghadapi situasi sosial dan budayanya.
Buku ini berisi 6 buah cerpen karya Nugroho Notosusanto, yaitu : Senyum; Konyol; Pembalasan Dendam; Perawan di Garis Depan; Bayi; dan Exekusi.
Berisi tentang kumpulan catatan perjalanan di penjuru dunia.
Novel Berjuang dan Bergerak mempresentasikan pentingnya kekuatan dari identitas diri. Berjuang membangun dan menciptakan kembali satu identitas diri yang kuat dan kokoh sehingga berhasil memperluas hubungannya dengan bangsa di luar Indonesia. Dalam menghadapi perjumpaan dengan berbagai bangsa dan perubahan zaman, mereka bersifat terbuka dan akomodatif sepanjang identitas diri mereka tidak ikut …
Dalam tesis itu diungkapkan, antara lain, bentuk-bentuk sambutan Hikayat Siti Mariah versi Pramoedya Ananta Toer terhadap Hikayat Siti Mariah versi Bintang Timur, makna dari sambutan, dan hasil dari sambutan tersebut.
Buku itu berisi gambaran sebagian dari peristiwa seni pertunjukan rakyat, yaitu ketoprak, dalam masyarakat dan kebudayaan Indonesia, di Jawa khususnya.