Cerita-cerita yang dikisahkan dalam Serat Erang-erang menggambarkan bahwa tidak ada manfaat atau dampak positif sama sekali yang dihasilkan dari kegemaran menghisap candu atau nyeret.
Dalam buku itu berisi gambaran mengenai berbagai kegiatan upacara ritual yang diselenggarakan oleh Kraton Kasultanan Yogyakarta. Upacara-upacara yang disajikan dalam buku itu adalah upacara sekaten, upacara garebeg, sugengan tingalan dalem tahunan, sugengan tingalan dalem jumenengan, upacara labuhan, upacara siraman pusaka, dan upacara peksi buroq.
Koleksi ini dalam bentuk makalah digital
Dalam buku Kajian Nilai Budi Pekerti dalam Serat Jayabaya itu digali nilai-nilai yang terkandung dalam peninggalan naskah kuna Jawa, Serat Jayabaya, khususnya tentang ajaran budi pekerti yang terkandung di dalamnya.
Penelitian itu mengkaji: kehidupan nelayan di pantai utara Jateng (Jepara); persepsi dan sistem pengetahuan nelayan Jepara mengenai alam lingkungan dan kehidupan nelayannya; dan strategi dan kearifan masyarakat nelayan Jepara terhadap lingkungan kelautan di wilayahnya.
Dalam naskah-naskah Jawa banyak terkandung nilai-nilai budi pekerti yang masih relefan bila diterapkan dalam kehidupan pada masa sekarang. Nilai-nilai tersebut antara lain, nilai keimanan dan ketakwaan, nilai kejujuran, nilai kehormatan, nilai kedisiplinan, nilai cinta kasih sesama, nilai cinta tanah air dan bangsa, nilai ketekunan dan kerja keras, nilai etika, nilai moral, dan nilai sosial.
Buku itu memuat tentang hukum material yang terkait dengan hak dan kewajiban subjek hukum dan tentang hukum formil yang mengatur tata cara mengadili.
Buku itu berisi empat tulisan mengenai sastra Jawa, yaitu berjudul Legenda Menak Jingga di Blambangan, Nilai-Nilai Ajaran dalam Serat Sabda Putra, Unsur Ajaran dalam Serat Wangsalan Silaning Akrama, dan Unsur Didaktik dalam Cerita Ki Ageng Paker.