Novel itu merupakan sebuah petualangan pikiran yang memihak perempuan yang menyayangi pria yang mencintainya. Putri hanyalah bayang-bayang kecil ketidakberdayaan, ketika tata nilai bergerak cepat, jumpalitan, terkadang berbelok mendadak, sehingga manusia terengah-engah mengejarnya.
Buku ini berisi cerita berbentuk tembang macapat berbahasa Jawa, mengisahkan seorang wanita bernama Siti Rokanah, isteri seorang pangeran yang telah berbuat serong dan mendapat siksaan batin yang berat.
Berisi himpunan esai karya Putu Wijaya yang pernah ditulis dalam rubrik tetap tabloid TOKOH, suplemen harian Bali Post, dalam kurun waktu tahun 2000--2002, yang sekarang tabloid tersebut berkembang menjadi koran perempuan. Kumpulan sketsa tersebut menampilkan tokoh Amat beserta keluarganya untuk membincangkan masalah yang aktual seputar kehidupan sehari-hari dengan dibumbui tema-tema besar dibiā¦
Keindahan dan kebermanfaatan karya dapat terpenuhi melalui imajinasi tingkat tinggi yang dilakukan dengan inspirasi dari dalam kehidupan yang dimilikinya.