Buku Teks
Ronggeng Dhukuh Paruk (Banyumasan)
Diceritakan seorang tokoh bernama Srinthil, yang berprofesi sebagai ronggeng baru, Dukuh Paruk, menggantikan ronggeng terakhir yang mati 12 tahun lalu. Bagi pedukuhan yang kecil, miskin, terpencil, dan bersahaja itu, ronggeng adalah perlambang. Tanpa dia, daerah itu merasa kehilangan jati diri. Dalam waktu singkat, Srinthil menjadi tokoh yang amat terkenal dan digandrungi. Namun, malapetaka politik tahun 1996 membuat suasana di dukuh tersebut hancur. Karena kebodohannya, maka penduduk tersebut dibakar. Ronggeng bersama para penabuh calungnya ditahan. Hanya karena kecantikannya, Srinthil tidak diperlakukan semena-mena oleh para penguasa di penjara.
Tidak tersedia versi lain