Tabek kepada Sinyor Gurnadur: Surat Patuh Raja-Raja Nusantara kepada Penguasa Eropa
Kekalahan raja-raja nusantara secara politik dan ekonomi dari penguasa kolonial menjadikan mereka mengubah etiket berkorespodensi dengan para penguasa kolonial. Jika pada masa sebelum penaklukan mereka dapat menyapa para penguasa kolonial dengan penuh kehormatan dan percaya diri, pada masa setelah penaklukan mereka membahasakan diri sebagai anak-anak yang patuh. Perubahan itu bias dipahami sebagai wujud takluk raja-raja nusantara terhadap dominasi kuasa kolonial, karena secara politis, ekonomi, dan militer mereka telah dikalahkan oleh kuasa Eropa. Pilihan untuk membahasakan diri sebagai anak-anak yang patuh harus dilakukan untuk menyelamatkan keberlangsungan dinasti mereka. Di kalangan kerabat kerajaan, kekalahan itu justru menjadi energi untuk menumbangkan kuasa kolonial.
Tidak tersedia versi lain