Transliterasi
Sri Kresna Barata
Diceritakan selama delapan tahun lebih Sri Kresna bertapa di Giriwaluya. Resi Kanekaputra mengemban perintah Bathara Guru untuk menggagalkan semedinya. Jika semedinya benar-benar khusuk dan mampu mengatasi godaan, agar permohonan Wisnumurti dipenuhi. Selanjutnya, Sri Kresna diminta untuk menyempurnakan Sang Maharesi Dwiastha yang bertapa di Gunung Tunggal. Dwiastha berkeinginan merusak tatanan Guruloka, Indraloka, dan Brahmaloka. Ketiganya hendak disatukan dengan Arcapala. Sri Kresna mampu mengatasi segala godaan dari para Dewa, sehingga memperoleh anugerah besar bahwa ia berwenang mengatur jalannya perang Baratayuda. SDelanjutnya menyatakan kesediaannya melaksanakan perintah Bathara Guru bertemu dengan Bagawan Dwiastha. Sri Kresna berhasil memenuhi kehendak Bagawan Dwiastha, kemudian menjelaskan pohon penegak kehidupan, mengalahkan kesaktian Sang Resi. Dan mengatur kemuksaannya.
Tidak tersedia versi lain