Transliterasi
Babad Sepei (Ringkasan, Transliterasi)
Babad Sepai ini memuat cerita lanjutan masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwana II yang menunggu tamu dari Jakarta, yaitu Tuan Gubernur Jenderal Dandeles. Namun, tamu yang ditunggu tidak datang, hanya tiga orang utusannya yang datang. Sultan merasa kecewa, kemudian beliau menunjuk putranya sebagai wakil dalam perundingan berikutnya. Akibatnya jenderal mengangkat putranya sebagai Kangjeng Raja. Sehingga kedua belah pihak terjadi pergantian kepemimpinan karena keduanya tidak bisa bekerja sama.
Tidak tersedia versi lain