Makalah
Novel Glonggong: Ajaran Jawa yang Terkandung dan Plus-Minus-Nya
Ironi novel yang berwujud pertentangan mitos dan keadaan tokoh utama Glonggong dan tokoh antagonis lain yang selevel dilukiskan begitu paradoksalnya sehingga tercipta plot yang menawan meski ada ide penjelas pembentuk struktur novel yang berhimpit antara peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain yang seharusnya terangkum dalam satu ungkapan berhimpit dengan ungkapan yang lain. Lepas dari anakronisme dan cerita yang ditulis tidak relevan dengan judul ungkapan yang merangkum dalam novel Glonggong, novel tersebut secara realitas hadir di tengah kita dengan segala kelebihan dan kekurangannya sehingga menambah deretan novel-novel sejarah sastra Indonesia yang memiliki kelebihan mengadaptasi warna lokal dan warna peristiwa berdasarkan referensi sejarah dan mitos-mitos kultural dan agama yang terkristalisasi menjadi diorama wacana novel.
Tidak tersedia versi lain