Makalah
Sang Pahlawan yang Dilupakan: Narasi Cerita Pieter Elberverld
Narasi yang terdapat dalam teks Pieter Elberverld versi Pramodya Ananta Toer memiliki makna yang ganda. Pertama, narasi penceritaan dalam teks menunjukkan bahwa teks Pieter Elberverld ini mendukung konstruksi whiteness is rightness. Akan tetapi, dengan membaca berulang-ulang dan menggunakan perspektif pasacakolonial, teks Pieter Elberverld juga memberikan ruang bagi suara-suara yang lain. Suara-suara itu anta lain politik identitas dan strategi perlawanan yang digunakan oleh Pieter Elbeverld dan kelompoknya. Politik identitas (Islam, ruang, dan pakaian) dan strategi perlawanan itu merupakan simbol untuk menentang kekuasaan imperilaisme dan strategi kolonial untuk memecah belah dan mengendalikan Sang lain. Narasi narator dalam teks ini menunjukkan bias ideologi. Narator dalam teks ini memiliki sifat pro-kolonial. Sikap tersebut terbukti melalui nada dan citra yang terrepresentasikan dalam teks tersebut.
Tidak tersedia versi lain