Makalah
Bahasa Plesetan Masyarakat Jawa
Plesetan atau penyimpangan dapat dibagi menjadi lima tipe. Pertama, bentuk yang diplesetkan sama dengan bentuk asalnya,namun artinya sama sekali lain. Kedua, bentuk yang diplesetkan mirip dengan bentuk asalnya, artinya sama sekali lain. Ketiga, bentuk yang diplesetkan mirip, artinya sama dengan bentuk asalnya. Keempat, plesetan dalam teka-teki. Kelima, bentuk yang diplesetkan lain, tetapi artinya sama dengan bentuk asalnya. Plesetan tipe pertama, kedua, ketiga, dan keempat digunakan oleh penutur untuk menimbulkan rasa kesal, lucu, humor, atau jenaka pada pendengarnya. Tipe keempat, digunakan dalam situasi santai, lisan, dan khusus, diantaranya dalam pentas dagelan. Plesetan tipe kelima, digunakan oleh penutur untuk mencegah munculnya bahaya, dan lazim disebut bahasa tabu.rnPrnrnrnrnrnrnrnrn
Tidak tersedia versi lain