Makalah
Kemanakah Emak, Mbok, dan Biyung Ku Pergi? (Dampak Modernisasi dan Akulturasi Budaya)
Kajian dalam makalah ini berasumsi bahwa pronominal 'ibu' sudah mulai luntur di pikiran anak-anak, baik yang hidup di desa maupun di kota. Di desa yang kental dengan kultur setempat juga mulai dan banyak menggunakan 'mama' atau 'mami'. Sapaan 'mama' dan 'mami' serasa lebih modern atau bergengsi di mata anak-anak. Maka dalam hal ini apakah 'ibu', lebih-lebih 'mbok' dan 'emak' sudah mulai kehilangan kewibawaannya secara psikologis. Nilai rasa 'mbok' atau 'emak' mengalami penurunan yang drastis, dua kata ini dialihfungsikan untuk memanggil pembantu, penjual sayur, atau seseorang tua yang berasal dari desa.
Tidak tersedia versi lain