Buku Teks
Ronggeng Dukuh Paruk (Trilogi)
Novel itu merupakan penyatuan trilogi Ronggeng Dukuh Paruk, Lintang Kemukus Dinihari, dan Jantera Bianglala. Isinya menceritakan semangat Dukuh Paruk kembali menggeliat sejak Srintil dinobatkan menjadi ronggeng baru, menggantikan ronggeng terakhir yang mati 12 tahun yang lalu. Bagi pedukuhan yang kecil miskin, terpencil, dan bersahaja itu, ronggeng adalah perlambang. Tanpa dia, daerah itu merasa kehilangan jati diri. Dalam waktu singkat, Srintil menjadi tokoh yang amat terkenal dan digandungi. Namun, malapetaka politik tahun 1996 membuat dukuh itu hancur, karena kebodohannya maka pedukuhan dibakar. Ronggeng bersama para penabuh calungnya ditahan. Hanya karena kecantikannya, Srintil tidak diperlakukan semena-mena oleh para penguasa di penjara.
Tidak tersedia versi lain