Fokus kajian adalah dialog-dialog kesurupan dari tokoh-tokoh cerpen yang dirumuskan dalam dua masalah penelitian, (1) apa makna dialog-dialog kesurupan yang diucapkan tokoh-tokoh historis dalam cerpen tersebut, dan (2) mengapa pengarang memilih dialog-dialog kesurupan dari tokoh-tokoh histeris dalam cerpen tersebut.
Buku itu merupakan buku terjemahan drama/sandiwara Perancis yang terdiri atas empat belas adegan dan pernah dipentaskan untuk pertama kali di Bandung pada bulan Juli 1967, oleh Teater Perintis dengan sutradara Jim Lim.
Buku ini berisi uraian tentang bangunan sandiwara (permainan para aktor, tata rias, tata panggung dan tata cahaya, penyutradaraan, dll)
Buku ini berisi tiga buah naskah sandiwara berbahasa Jawa Yaitu : 1. Risang Jayengbrata Lelana, 2. Anak Pupon, 3. Kanjeng Ratu Sarahwati.
Buku ini berisi radiotonil sandiwara jawi, yang terdiri dari 3 judul yaitu : Jaka Gambir Sawit, Ontran-Ontran Simbar Menjangan, dan Andika Sambernyawa.
Buku ini berisi radiotonil sandiwara jawi, yang terdiri dari 3 judul yaitu : Jaka Gambir Sawit, Ontran-Ontran Simbar Menjangan, dan Andika Sambernyawa.
Berisi kumpulan naskah drama berjumlah 35 judul hasil presentasi kegiatan pembinaan penulisan naskah drama dalam pelaksanaan Bengkel Sastra 2005. Naskah drama tersebut isinya beragam tema meskipun tema dominannya mengenai cinta dikalangan remaja yang menggambarkan kecemburuan, cinta tak sampai, patah hati, dan cinta segi tiga khas remaja SMA.
Penelitian ini bertujuan memperoleh deskripsi perkembangan ludruk di Jawa Timur dari aspek : cerita, pemain dan penontonnya, bahasa, serta pragmatika sebagai sistem interpretasi wacana ludruk.