Buku itu berisi 29 cerita rakyat hasil lomba cerita rakyat untuk siswa SD dan SLTP se-DIY-Jawa Tengah dan Jawa Timur pada bulan bahasa dan sastra 1993.
Buku bacaan anak memang selayaknya tidak lepas konteks lokal dan budaya masyarakat. Bacaan ini menjadi media pembelajaran pada anak-anak secara langsung untuk mengenal, mencintai, dan menjadi bagian dari proses pendidikan tersebut.
Buku ini bercerita tentang pangeran purbaya dan raksasa jin sepanjang.
Dalam penelitian ini ditemukan nilai-nilai budaya yang mencerminkan keagamaan (religius), kesusilaan (etika), dan kesosialan (sosial). Nilai-nilai budaya yang terkandung dalam cerita itu merupakan kearifan lokal yang patut untuk diteladani.
Buku ini merupakan kumpulan cerita rakyat DIY yang berjumlah 30 judul, terdiri dari 12 legenda, 10 mite/mitos, dan 8 fabel. Keseluruhan judul-judul tersebut adalah: Kiai Jegot, Ki Pemanahan, Gunung yang Berbau Harum, Putri Pembayun, Syekh Surbakti, Tumenggung Mertalaya, Desa Kembang, Karangwaru, Blunyah, Desa Itu Bernama Butuh, Raden Rangga, Tombak Baruklinting, Ki Ageng Tunggul Wulung, Raksasa…
Buku itu memberikan pemahaman secara mendasar tentang pragmatik sebagai cabang linguistik. Secara umum isi buku tersebut mengkaji pragmatik menyangkut masalah deiksis, tindak tutur, presuposisi, prinsip kerja sama dalam berkomunikasi, fenomena kesopanan berbahasa, penggunaan bahasa secara lintas budaya, perbandingan tindak tutur dan lain sebagainya yang berkaitan dengan bahasa untuk berkomunikasi.
Isi buku tentang penelitian kualitatif, baik yang bersifat dasar maupun teknik aplikasinya.rn
Buku itu berisi kaidah-kaidah tata bahasa Indonesia dan cara menggunakan kaidah-kaidah itu dalam praktik berbahasa untuk memperoleh kemampuan berbahasa Indonesia baik secara lisan maupun tertulis.