Buku ini mengulas tentang kehidupan Rendra sebelum dan sesudah menjadi sutradara teater modern hingga menjadi sosok yang terkenal di dunia seni peran. Selain itu juga mengulas bagaimana Rendra menggugat masyarakat yang tidak peduli dengan situasi kondisi politik pada zaman dulu, bagaimana perjuangannya mendirikan bengkel teater hingga menjadi kelompok teater yang memiliki karakteristik Yogyakarta.
Buku ini berisi tentang dokumentasi dan apresiasi terhadap seniman dan budayawan Jawa, yaitu Sri Murtono, Hasmi, Rejomulyo, Joni Ariandinata, KRT. H. Jatiningrat, Nasirun, Nana Joehanto, Suharjoso, Dyan Anggraini, Otto Sukatno CR, Risman Marah, Sutopo TB, Untung Basuki, Suminto A. Suyuti, Subandi, Masroom Bara.
Karya yang dihasilkan Hardjowirogo berupa karya fiksi dan nonfiksi. Dalam menggeluti dunia sastra Jawa sangat didukung oleh profesi utamanya sebagai salah seorang redaktur di Balai Pustaka sejak zaman penjajahan Belanda hingga zaman kemerdekaan. Oleh karena itu, Hardjowirogo disebut sebagai sastrawan Jawa tiga zaman, yaitu zaman penjajahan Belanda, zaman pendukung Jepang, dan zaman pemerintaha…