Dalam penelitian itu dibahas masalah representasi yang tercipta di dalam Kesah Lelayaran Dhateng Pulo Papuwah. Representasi ini berhubungan dengan strategi menghadirkan identitas si pelaku perjalanan dan identitas yang dipandang oleh si pelaku perjalanan.
Dalam buku itu ditelaah novel Jawa tahun 1950-an. Dalam novel-novel Jawa jelas digambarkan bahwa wayang merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan para priyayi.Dalam novel Any Asmara kita mendapat kesan bahwa santri yang wajar itu tidak suka wayang, atau wayang bukan bagian kehidupan santri.
Gambaran yang diangkat oleh pengaranag mengenai perkawinan ideal, yang berimbang dalam kedudukan sosial.
Skripsi tersebut menganalisis struktur dan makna ajaran yang terkandung dalam cerita novel Jejodoan ingkang Siyal yang berupa tema, penokohan, alur, dan latar.
Penelitian itu mendeskripsikan unsur-unsur struktural roman Ni Woengkoek ing Bendho Growong.
Kelima novel tersebut berisi cinta segitiga yang mengakibatkan terjadinya konflik antar tokoh. Pembahasan novel-novel tesebut menggunakan metode deskripsi, metode analisis, dan metode komparasi.
Menganalisis bagian struktur dan makna dalam novel Srikuning karya Hardjawirogo.
Buku tersebut mengandung unsur sosial dan juga amanat.
Makalah itu memaparkan perjuangan tokoh-tokoh dari dunia pesantren dalam mempertahankan tanah air dari cengkeraman penjajah Belanda. Peran pondok pesantren dalam novel Pejuang-Pejuang Kali Pepe dala perjuangan cukup besar. Selain itu, peran kyai pada masa itu sebagai pemberi semangat juang kepada para santri dan masyarakat dalam menghadapi penjajah.
Secara umum sastra Jawa modern, dari genre cerita rekaan, tetap didominasi oleh karya-karya melodrama yang romantis sentimental. Di pihak lain, ada beberapa pengarng yang meninggalkan sastra Jawa beralih ke sastra Indonesia. Kadang sastra Jawa merupakan terjemahan dari sastra Indonesia karena ada pengarang yang hidup dalam dua dunia.