Berisi 20 tembang yang menjelaskan tentang kehidupan manusia dengan sifat baik dan buruknya.
Menceritakan percakapan antara orang tua (wredha) dan orang muda (mudha) tentang ilmu kesaktian dan ilmu kesempurnaan hidup. Mudha bercerita, ia pernah memasang susuk berlian dan emas agar kelihatan tampan. Wredha mengatakan bahwa perbuatan tersebut tidak dibenarkan, karena ketampanan, mati dan hidup manusia itu merupakan takdir Tuhan.
Berisi 9 bab tentang penjelasan dasar dan prinsip kehidupan manusia, yaitu: 1. Bab Roh Kaliyan Badan, 2. Bab Badan Kasar, 3. Bab Badan Kaping Kalih, 4. Bab Badan Kaping Tiga, 5. Bab Badan Kaping Sekawan, 6. Bab Badan angka Gangsal, 7. Bab Badan Angka Nenem, 8. Bab Badan Panyipta, dan 9. Bab Sejatinipun Pawakan
Buku itu mengulas kearifan-kearifan leluhur Jawa dalam melihat tanda alam, kearifan dalam menggapai tujuan, kearifan saat didzalimi, kearifan saat lupa diri, kearifan saat menghadapi cobaan, dan kearifan dalam memimpin.