Diungkapkan dan dikaji berbagai isi ajaran dalam Serat Siti Jenar dengan berbagai sudut pandang, yakni filsafat, sejarah, dan sosiologi dengan menggunakan analisis strukturalisme Levi-Strauss.
Tulisan ini memberikan gambaran bahwa novel Indonesia era reformasi merepresentasikan ideologi patriarki, ideologi familialisme, ideologi ibuisme, dan ideologi umum. Keberadaan dan kemelembagaan ideologi gender tersebut disebabkan oleh hegemoni maskulinitas dalam kebudayaan Indonesia.
Struktur dalam dapat diketahui bahwa mitos Syekh Siti Jenar menunjukkan sebuah pola pikir masyarakat yang tersembunyi dibalik struktur luar (unsur kesadaran). Unsur ketaksadaran yang tertuang pada mitos tersebut adalah masyarakat Jawa senantiasa menginginkan kehidupan yang harmonis tanpa konflik.