Buku ini mengupas tuntas tentang peran bahasa dalam melestarikan kecerdasan, khususnya bagi peningkatan kecerdasan anak.
Dalam perspektif `multiple intelligences, humor menjadi salah satu indikator kecerdasan verbal-linguistik, intrapersonal, dan interpersonal. Penghumor dituntut cerdas dalam menggulati bentuk dan makna bahasa, menyimpang, dan menyajikannya dengan bahasa yang lancar serta dituntut memiliki kepercayaan diri dan kemauan untuk menjalin interaksi verbal dengan penikmatnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang berbagai bentuk kecerdasan emosional yang dimiliki orang Banjar yang tergambar dalam pantun Banjar.