Buku ini menguraikan pola asuh anak yang dilakukan oleh keluarga nelayan di tegal. ada pola pola tertentu dalam pengasuhan anak yang berbeda dengan pola asuh masyarakat agraris.
Pethikan saking Serat Endratraya nerangaken kawusanan pitung prakawis, 1. Wusananing Kekajengan, 2. WusananingKasugihan, 3. WusananingKasinggihan, 4. Wusananing Kamukten, 5. Wusananing Kawibawan, 6. Wusananing Kauripan, 7. Wusananing Kapaten.
Buku itu berisi penjelasan kehidupan bermasyarakat antar sesama manusia.
Menjelaskan kehidupan manusia sehari-hari agar dapat mencapai keberhasilan dengan bekerja keras, ikhtiar, dan tidak putus asa. Nomor induk : 1032/72 Impresum : Surakarta: Albert Rusche & Co, 1921 Ukuran : 21,5 x 14 x 1,2 cm Jumlah halaman : 70 hlm. Jumlah baris : 22 Panjang baris : 17 cm Huruf/ Bahasa : Jawa cetak/Jawa Ilustrasi : - Isi : Berisi tentang cerita perjalanan Prabu Pariā¦
Berisi tentang etika jawa dan menggambarkan realitas yan sedang terjadi di lapangan baru- baru ini.
Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi dan mendokumentasikan kebudayaan daerah, khususnya sistem kesatuan hidup masyarakat Nusa Tenggara Barat.
Berisi ilmu pengetahuan untuk orang-orang pribumi Jawa yang bertempat tinggal di desa.
Menceritakan sebuah keluarga yang berbudi pekerti luhur. Mereka memberi nasehat kepada anak-anaknya tentang kehidupan bermasyarakat dan berumah tangga.
Menceritakan kehidupan anak desa yang disia-siakan oleh orang tuanya. Ia mengembara hingga akhirnya mendapatkan kebahagiaan setelah dipungut oleh orang Belanda.
Berisi tentang kehidupan manusia dalam memenuhi kewajibannya untuk mencapai ketenteraman lahir dan batin sampai akhir hayatnya.