Buku ini merupakan kumpulan cerita rakyat DIY yang berjumlah 30 judul, terdiri dari 12 legenda, 10 mite/mitos, dan 8 fabel. Keseluruhan judul-judul tersebut adalah: Kiai Jegot, Ki Pemanahan, Gunung yang Berbau Harum, Putri Pembayun, Syekh Surbakti, Tumenggung Mertalaya, Desa Kembang, Karangwaru, Blunyah, Desa Itu Bernama Butuh, Raden Rangga, Tombak Baruklinting, Ki Ageng Tunggul Wulung, Raksasa…
Berisi kumpulan prosa rakyat Melayu Indonesia, yang dikelompokkan menjadi 3, yaitu mite, legenda, dan dongeng.
Sastra merupakan cerminan kehidupan masyarakat. Namun, saat ini ada cerita rakyat yang terancam punah. Sebelum cerita rakyat benar-benar punah perlu dilakukan revitalisasi terhadap cerita rakyat, khususnya cerita rakyat Melayu Deli. Legenda Puteri Hijau. Menyiasati perkembangan teknologi yang telah mengubah segala aspek kehidupan, maka
Objek-objek wisata yang memiliki legenda dapat menarik para wisatawan. Oleh karena itu promosi dan penyampaiam informasi tentang legenda yang melatar belakangi setiap objek wisata, membantu para wisatawan menambah wawasan moralnya dan dengan usaha semacam itu diharapkan pariwisata kita dapat berkembang dengan baik.
Menceritakan kelahiran Dewi Anjani, putri seorang raja yang memerintah di Kerajaan Tuan yang berada di pulau Lombok. Dewi Anjani lahir dari isteri kedua, karena permaisuri tidak mempunyai anak. Diceritakan juga ketika Dewi Anjani diangkat menjadi ratu bagi seluruh makhluk halus di gunung Rinjani. Pada bagian akhir diceritakan tentang kesaktian Dewi Anjani.
Mendeskripsikan simbol-simbol dan makna yang ditemukan dalam legenda Agama Islam Masuk di Kerajaan Banjar. Simbol-simbol ini kemudian diinterpretasikan berupa makna-makna. Sebagai hasilnya terdapat lima belas simbol dalam cerita.
Buku ini berisi cerita tentang terjadinya kota Yogyakarta, digubah dari sebuah buku sastra Jawa yang berjudul Babad Nitik Ngayogya.
Kajian legenda dengan menggunakan pendekatan arketipal itu bertujuan untuk memahami kekayaan budaya Bawean, khususnya penggunaan elemen-elemen genre legenda yang esensial, tipikal perenial, dan berulang kembali. Karya sastra individual yang dikaji selalu disikapi dan ditempatkan sebagai bagian dari keseluruhan sastra dan untuk memahami hasil dari perenungan nilai-nilai, ketaksadaran kolektif, a…