Diceritakan Bratajaya masuk ke dalam cincin permata Raden Arjuna, dan cerita diakhiri sampai dengan Raden Banjaransari menjadi raja yang berwiba di Kerajaan Galuh.
Ijalil (Maharaja Tamimasar) berputra seorang wanita yang kemudian menjadi salah satu istri Sis (putra Nabi Adam). Kemudian mereka berputra Nurcahyo. Nurcahyo berputra Nuroso yang kemudian mempunyai dua orang putra bernama Sang Hyang Wenang dan Sang Hyang Wening. Sang Hyang Wenang di akhir cerita berganti nama menjadi Dipoyono. Diceritakan juga Sang Hyang Wening berputra Sang Hyang Wasesa.
Diawali dengan cerita pendeta yang bernama Panembahan Suwignyasidik bertapa di padepokannya di lereng Gunung Lanang diikuti dengan keempat cucunya, Raden Kuda Jayengsari, Raden Kuda Jayengasmara, Raden Kuda Jayengresmi, dan Raden Kuda Jayengtilam. Cerita diakhiri ketika Jaka Tingkir diangkat anak oleh Kangjeng Sultan dan tinggal bersama dengan para punakawan dan para putra yang masih kecil.