Makalah ini membahas sastra daerah Khususnya Minangkabau yang berupa Pantu dan Kaba.
Tulisan ini merupakan salah satu karya sastra daerah yang berasal dari Minang. Dalam buku ini dilukiskan adat istiadat dan kehidupan demokrasi yang telah ada sejak zaman dulu, bahwa yang bathil akan lenyap dan yang baik akan hidup walaupun dari golongan kecil.
Sebuah legenda yang diungkapkan berbentuk KABA, diangkat dari daerah Minangkabau, kisah cinta seorang rakyat biasa dengan seorang putri keturunan raja.j Dalam cerita ini digambarkan bagaimana siasat dan taktik yang diatur oleh kakak Payuang Lauik yang bersimpati terhadap hubungan adiknya dengan Bujang Piaman.
Berisi hal-hal yang berhubungan Penghulu di daerah Minangkabau. di antaranya tugas penghulu, larangan Penghulu,Tugas pokok penghulu dan lain sebagainya
dalam naskah ii terdapat 10 cerita, yaitu: Si Lumuik Ameh, Nasehat untuk anak Padusi, Hikayat Putri Balukih, Tarambo Rajo, Nyanyi Caro Agam, Bingkaruang Sati, dll.
Tulisan ini adalah sebuah hikayat klasik Minang yang melukiskan kejadian sebelum agama Islam masuk ke Minagkabau. Jalan ceritanya menggambarkan bagaimana cara hidup orang pada waktu itu yang belum melakukan sembahyang dan puasa. Mereka meminta bukan kepada Tuhan tetapai kepada alam yaitu bumi dan langit. Walaupun tuntunan agama belum ada, tetapi banyak pelajaran yang dapat dipetik dari hikayat …
Menceritakan tokoh Rang mudo Salendang Dunia yang suka berfoya-foya. Atas nasehat ayah dan ibunya, ia dapat berubah menjadipemuda yang baik.
Awal Kalam, Keterangan Maksud Adat Minangkabau,dll.
Kaba Niniak Tumangguang Putiah, Kaba Siti Fatimah, Kaba Karatau Madang di Hulu.
Kaba adalah salah satu jenis prosa dalam sastra Minangkabau. Dalam buku ini disajikan tiga kaba, yaitu Kaba Niniak Tumangguang Putiah, Karatau Madang di Hulu, dan Kaba Siti Fatimah. Masing-masing kaba disajikan ringkasan isi ceritanya.