Buku ini menguraikan masalah pergaulan muda mudi Tapanuli Selatan yang diwarnai oleh bahasa yang indah dalam bentuk pantun dan diterjemahkan secara bebas dalam bahasa Indonesia.
Buku ini berisi 2 cerita yang semuanya mengisahkan asal usul terjadinya gunung, yaitu Dolok Hela dan Tor Sibual-bual.
Buku ini berisi uraian tentang renik-renik yang diperlukan dalam mengawinkan anak gadis di daerah Tapanuli selatan.
Buku ini berisi uraian tentang renik-renik yang diperlukan dalam mengawinkan anak gadis di daerah Tapanuli selatan.
Buku ini berisi uraian tentang renik-renik yang diperlukan dalam mengawinkan anak gadis di daerah Tapanuli selatan.
Buku ini berisi dua cerita dari Tapanuli tentang bagaimana upaya membuka hutan, membakar dan menanam padi (mangordang) dan suka duka anak desa menjaga padi yang sedang menguning agar jangandimakan burung (mamuro).
Buku ini berisi dua cerita dari Tapanuli tentang bagaimana upaya membuka hutan, membakar dan menanam padi (mangordang) dan suka duka anak desa menjaga padi yang sedang menguning agar jangandimakan burung (mamuro).
Buku ini berisi dua cerita dari Tapanuli tentang bagaimana upaya membuka hutan, membakar dan menanam padi (mangordang) dan suka duka anak desa menjaga padi yang sedang menguning agar jangandimakan burung (mamuro).
Buku ini berisi kata-kata mutiara berbahasa Batak yang dapat dijadikan pedoman hidup sehari-hari.
Cerita itu mengisahkan sepasang suami-istri harus berpisah (cerai) karena sang suami melanggar janji. Sang istri membawa dua anaknya ke sebuah bukit yang tinggi. Dia kemudian meninggalkan kedua anaknya untuk bersemedi di gua. Petir dan guntur menyambar, hujanpun turun sangat deras. Akhirnya terjadilah banjir besar, sang ibu berubah menjadi ikan bersisik emas. Kedua anaknya amat ketakutan dan me…