Hikayat Syah Mardan termasuk karya zaman peralihan Hindu-Islam. Hikayat itu mengemukakan tema tipikal sebuah roman yang mengisahkan seorang putera raja keluar dari istana dan mengembara untuk mencari sesuatu yang belum diketahui. Dalam pengembaraannya, baginda mendapatkan berbagai hal, diantaranya termasuk soal percintaan, peperangan, penyamaran, perebutan kekuasaan dan lain-lain.
Setiap karakter memiliki kemungkinan akan membuahkan dua sifat yang berbeda alias saling bertolak belakang.
Ada beberapa hal dalam usaha mendefinisikan ulang posisi dan peran bahasa Indonesia. Pertama, Bahasa Indonesia perlu memperkuat karakternya dengan tujuan perluasan wilayah penutur . Kedua, perlu mendefenisikan ulang bentuk-bentuk hubungan antara bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Ketiga, reformasi kelembagaan, baik dalam bentuk redifinisi keberadaan lembaga bahasa maupun perluasan keberadaanny…
Full-text
Bendelan ini berisi majalah lepas dari nomor 19, th, XLI,8 Oktober -- 28 Desember 2011