Perkembangan sastra Brunei dari awal sampai sekarang penggarapan identitas kebangsaan, sejarah suka duka dan pegangannya terhadap agama Islam tidak jarang menjadi tema atau pokok persoalan, watak dan latar belakang dalam sastra kreatif mereka. Batas persoalan yang termuat dalam karya sastra tidak hanya terbatas dalam lingkungan lokal, tetapi dapat melampaui wilayah nusantara dan antarbangsa.
Tinggi rendahnya mutu kebudayaan yang diciptakan itu tertakluk kepada pengetahuan dan pengalaman yang menciptanya itu.rn Adat Brunei menganjurkan rasa persefahaman dan perpaduan yang boleh mengikat masyarakat menjadi teguh dan sesungguhnya dengan adat yang teratur rapi, adat yang mengandung adab, akn menjadi ukuran nilai hidup masyarakat yang berkenaan.rn
Berisi kumpulan makalah dalam seminar kebahasaan yang ke-8, diselenggarakan oleh MABBIM selama 2 hari, yaitu dari tanggal 6--7 Mac 2000, di Balai Sarmayuda, Dewan Bahasa dan Pustaka, Brunei Darussalam. Seminar tersebut bertemakan bahasa Melayu/Indonesia Abad ke-21: Harapan dan Cabaran, yang diikuti oleh 11 orang pemakalah dari 3 negara.