Buku ini berisi tentang sejarah pertempuran lima hari di Semarang tanggal 15-19 Oktober 1945
Mengisahkan bagaimana dinamika pabrik gula Djatiroto dapat bertahan hingga kini meski sudah sejak lama didirikan yaitu pada masa nasionalisme, yang salah satunya menjadi pemasok 16% kebutuhan gula nasional menunjukan bahwa keberadaan pabrik gula ini didukung oleh faktor alam yang cocok untuk budidaya tebu dan perkembangan industri gula
Widayat Djiang sebagai dalang keturunan Tionghoa, dalam perjalannya menjadi jembatan budaya atau komunitas Jawa yang menekankan pesan moral, religius, dan politik.