Pak Tumpa, mengurungkan pernikahannya dengan manik karena tidak tega mengetahui Tohir, yang mencinti Manik mati bunuh diri. Kemudian Pak Tumpa menikahkan Sugiri (sopirnya) dengan Manik dan dibekali warisan tanah dan kebun cengkeh.
Buku ini merupakan terjemahan dari Political Thinking The Indonesian Chinese 1900 - 2002 yang mengungkap dengan panjang lebar tentang pemikiran politik etnis Tionghoa di Indonesia dari tahun 1900 - 2002.""