Makalah ini mengambil sisi menarik dari konflik yang dialami dua tokoh sentral, yaitu Prabu Siliwangi dan Prabu Anom Walangsungsang yang diakibatkan oleh pemahaman agama yang berbeda sebagai ulasan yang lebih khusus dengan dihubungkan dengan tujuh ciri kebudayaan, yaitu sistem religi dalam novel Prabu Siliwangi.
membahas nilai-nilai kesantunan dalam Rajah