Dua permasalahan yang diteliti dalam makalah ini berkaitan dengan makna budaya yang ditemukan dalam praktik-praktik budaya Bali dan konfigurasinya sebagai model untuk memperkokoh jati diri masyarakat Bali.
Makalah ini merupakan refleksi terhadap fenomena kontak bahasa dalam pariwisata Bali. Fenomena penggunaan bahasa Bali dalam pariwisata kemudian disebut linguaculture. Untuk mengkaji fenomena linguaculture bahasa Bali dalam pariwisata, digunakan pendekatan interdisipliner, yaitu sosiolinguistik dan ekolinguistik. Pendekatan sosiolinguistik digunakan untuk menggali ideologi, jargon atau register …
Tulisan ini memberikan gambaran kepada pembaca bahwa subjek tidak selalu berperan agen, tetapi dapat juga berperan lain, seperti benefaktif dan pengalami. Setelah pengamatan terhadap data, ditemukan beberapa peran semantis argumen bahasa Bali, yaitu agen, pengalami, benefaktif, instrumen, tema, penderita.
Ketersediaan wadah-wadah konkret bagi proses pembelajaran bahasa Bali pada ranah pendidikan formal sudah sepantasnya dipandang positif sebagai bagian dari usahausaha perencanaan dan pelestarian bahasa tersebut. Dalam tulisan ini wadah formal yang dimaksud adalah penempatan bahasa Bali sebagai sebuah bidang studi bahasa yang wajib di perguruan tinggi. Mewajibkan mahasiswa di Bali belajar bahasa …
Dalam makalah itu dideskripsikan beragam makna dibalik rupa bentuk pergeseran pronomina Injil berbahasa Inggris ke dalam bahasa Bali. Secara preskriptif, variasi pronomina sor-singgih bahasa Bali memberikan penekanan pada keakuratan informasi makna linguistik bagaimana bahasa semestinya digunakan. Sedangkan secara deskriptif, fungsi penerjemahannya merefleksikan efek terjemahan berdaya ilokusi…
Dalam makalah itu dikaji mengenai: 1.Tantangan bahasa daerah khususnya bahasa Bali dalam proses Akuisasinya dalam kehidupan masa kini. 2. Keterancaman kedudukan bahasa Bali sebagai penyandang status bahasa ibu.
Buku ini merupakan hasil dari penyaduran cerita daerah Bali kedalam cerita anak. Tujuan dari penulisan buku ini untuk menumbuhkan budipekrti anak-anak dari jenjang pendidikan dasar.
Makalah ini secara sepintas melakukan identifikasi tentang aspek tata busana (Bali) berdasarkan deskripsi tata busana tokoh dalam karya sastra Bali (Klasik).
Kamus itu merupakan kamus dua bahasa, yaitu berisi kumpuln kata istilah bahasa Bali yang diartikan dalam kata istilah bahasa Indonesia.
Isi buku mengangkat tiga permasalahan, yaitu:(1) dari realitas sosial budaya ke variasi kritik, (2) subtansi kritik sosial wayang Ceng Blonk, dan (3) makna kritik sosial dalam lakon Gajah Putih dan Bimanyu Mangkrangkeng.