Sajak ‘Doa’ karya Chairil Anwar merupakan sebuah cermin perjalanan seseorang dalam menggapai Keilahian. Sajak yang kental dengan nilai religius tersebut menentang nilai kebebasan individu yang tercermin dalam sajak yang mendahuluinya, ‘Aku’. Keutuhan makna yang terdapat dalam sajak ‘Doa’ adalah tentang seorang hamba yang berserah diri kepada Tuhan melalui doa.
Karya sastra dapat menjadi sebuah dokumen budaya. Penyebarluasan karya sastra tersebut tidak hanya terbatas di dalam komunitas yang sempit, tetapi diharapkan dapat pula menjangkau komunitas yang lebih luas.
Dalam buku itu berisi mengenai unggah-ungguhing bahasa Jawa, paramasastra, kesusastraan Jawa, dan penulisan tulisan Jawa.
Dalam buku itu diungkapkan keunggulan-keunggulan dalam seni tradisi, sastra dan bahasa Jawa, diantaranya falsafah seni tembang macapat, kritik sosial dalam sastra Jawa, perempuan Jawa dalam susastra Jawa, bahasa Jawa dalam badai globalisasi, unggah-ungguh bahasa Jawa semakin rapuh, dan lain-lain.
Berisi pelajaran bahasa Jawa untuk siswa kelas empat sekolah dasar
Penelitian bertujuan mendapatkan data yang lengkap tentang aturan bahasa Lampung dialek pesisir, yaitu mengenai tata bunyi, tata bentuk, dan tata kalimat.
Peneliti membahas masalah feminisme dalam Sintru Oh Sintru karya Suryadi W.S. Dalam penelitian itu diangkat melalui tokoh-tokohnya dengan beragam karakter sehingga timbul berbagai konflik. Konsep ideal wanita Jawa tergambar dengan adanya konflik antar tokoh.
Penelitian itu mengungkapkan struktur internal macapat dan geguritan antara periode 1966--1980. Ada beberapa perbedaan dalam tema macapat dan geguritan. Tema macapat lebih banyak mengungkap peristiwa aktual yang sedang terjadi dan peristiwa sejarah berdasarkan sistem kalender. Tema geguritan lebih bervariasi, diantaranya tema percintaan, nasionalisme, kritik sosial, dan religius.
Penelitian bertujuan mengungkap struktur internal macapat dan geguritan pada periode 1981-1997, yang dimuat dalam majalah berbahasa Jawa (Panyebar Semangat)
Diungkapkan dan dikaji berbagai isi ajaran dalam Serat Siti Jenar dengan berbagai sudut pandang, yakni filsafat, sejarah, dan sosiologi dengan menggunakan analisis strukturalisme Levi-Strauss.