Penelitian ini berupaya melakukan pendeskripsian sastra lisan Kalimantan Tengah. wilayah Kalimantan Tengah memiliki kekayaan sastra lisan yang masih berkembang di masyarakat. Kekayaan sastra lisan tersebut belum semuanya dicatat dan didokumentasikan dengan baik.
Berisi kumpulan esai berjumlah 17 judul, hasil lomba esai bahasa, sastra, dan budaya remaja se- DIY dari 48 naskah yang terkumpul. Permasalahan yang diangkat dalam lomba penulisan itu mengenai kehidupan sosial, budaya, sastra, dan bahasa.
Buku ini berisi 10 buah cerpen dan 10 buah puisi, pemenang lomba penulisan puisi bagi siswa SD dan penulisan cerpen bagi remaja se-Propinsi DIY, oleh Balai Bahasa Yogyakarta.
Dalam penelitian itu dideskripsikan permasalahan bahasa Jawa dengan objek kajian aspek pemilihan kata, yaitu mengenai pemakaian kata yang layak, pemakaian kata yang tepat, pemakaian kata yang cermat, pemakaian kata dan ungkapan yang cergas, dan makna kata dalam bahasa Jawa.
Penelitian ini memerikan elemen-elemen pokok dan jalinannya antara yang satu dengan yang lain, yaitu berupa strategi penampilan partisipan, jenis tutupan beserta karakteristiknya, dan koneksitas jenis tuturan.
Cerita ini berasal dari daerah Bali. Judul asli cerita ini adalah Geguritan Kendit Birayung yang ditulis dalam bahasa Bali dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh I Made Subandia.""
Buku tersebut membahas kekohesian dan kekoherensian dalam wacana naratif berbahasa Jawa: Novel Pupus Kang Pepes.
Dalam penelitian itu diidentifikasikan wacana prusedural bahasa Jawa yang membedakan dengan jenis wacana lainnya.
Dalam penelitian itu dideskripsikan wacana prosedural pada resep masakan dalam bahasa Jawa yang dilihat dari aspek mikronya, yaitu jenis kalimat, kohesi dan koherensi, kesatuan topiknya, serta retorika tekstualnya.