Berisi kumpulan kosakata baru yang belum terdokumentasikan didalam Kamus Bahasa Jawa yang terbit tahun 2001. Kosakata yang dihimpun berupa kosakata lama (pernah/masih digunakan dalam bahasa Jawa) maupun kosakata serapan (baru) yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat Jawa.
Beberapa hal yang mempengaruhi pemakaian bahasa Jawa dalam Mekar Sari tahun 1990--1997 yaitu pengaruh gramatikal dan alih kode. Hal tersebut terjadi karena kebutuhan akan sinonim, keinginan memperluas ungkapan, tidak adanya unsur bahasa Indonesia dalam bahasa Jawa, dan terbatasnya kosa kata bahasa Jawa.
Buku ini berisi hasil pengumpulan kosakata baru dan istilah/peristilahan yang dimaksudkan sebagai bahan merevisi Kamus Basa jawa/Bausastra Jawa-Jawa yang telah terbit pada tahun 2001 yang lalu, dalam hal penambahan entri baru.
Bahasa Jawa yang akan diteliti adalah bahasa Jawa ragam umum, yang digunakan dalam media massa seperti majalah, surat kabar, radio, dan tv. Dalam penelitian ini terdapat 5 tipe frase, yaitu : frase nominal, verbal, adjektival, numeral, dan preposisional.
Dilihat dari bentuknya, kata-kata kasar dalam bahasa Jawa ada dua macam, yaitu kata-kata kasar yang merupakan morfem bebas, dan kata-kata kasar yang merupakan gabungan dari dua buah morfem atau lebih. Bila ditinjau secara struktural dapat menempati empat jenis kata, yaitu: kata benda, kata kerja, kata sifat, dan kata tugas.
Dalam penelitian ini dideskripsikan mengenai kejelasan tentang pengertian frase pada umumnya, khususnya idiom yang berjudul frase dalam bahasa Jawa.
Mendeskripsikan cara penentuan, perilaku sintaksis verba predikat dari kalimat yang mengandung fungsi pelengkap yang berkategori verba dalam sebuah kalimat bahasa Jawa. Selain itu, penelitian ini mendeskripsikan konstituen berkategori verba pengisi fungsi pelengkap di dalam bahasa Jawa.
Penelitian ini mendeskripsikan bentuk dan jenis topik, piranti/alat yang digunakan untuk menonjolkan topik dalam wacana narasi bahasa Jawa.
Dideskripsikan cara yang digunakan untuk menonjolkan topik dan piranti atau alat-alat yang digunakan untuk menciptakan kesinambungan topik dalam wacana bahasa Jawa.
Referensi sangat dibutuhkan agar kalimat menjadi padu. Jadi referensi berfungsi mengikat hubungan antar kalimat.