buku ini mencoba mengungkap representasi bentuk-bentuk gender dalam budaya Makassar berdasarkan teks folklore untuk memperoleh gambaran tentang relasi gender berdasarkan identitas sosial serta peran yang diemban perempuan dan laki-laki
mendeskripsikan masalah yang dihadapi dalam pengajaran dan cara mengatasi masalah pengajaran bahasa dan sastra berbahasa ibu.
Dalam makalah itu diidentifikasi dan dianalisis simbol-simbol kultural yang bersumber dari teks pantun bilingual (dwibahasa) Melayu-Makassar yang ditulis oleh seorang keturunan Cina (Ang Bang Tjiong). Simbol-simbol ysng diidentifikasi adalah simbol-simbol yang berazaskan pada trilogio Peirce, yaitu indeks, ikon, dan simbol.