Berisi telaah sastra realisme sosialis di beberapa negara, termasuk di Indonesia, yang disertai dengan pengungkapan estetika sastra Pramoedya Ananta Toer
Novel tersebut menceritakan pada akhir masa kolonial, seorang perempuan dipaksa menjadi pelacur. Kehidupan itu terus dijalaninya, hingga ia memiliki tiga anak gadis yang semuanya cantik. Ketika mengandung anaknya yang keempat, ia berharap anak itu akan lahir buruk rupa. Begitulah yang terjadi, meskipun secara ironik ia memberinya nama si cantik.